📰 TIM PENGEMBANGAN KURIKULUM MI MA’ARIF SABILUL MUTTAQIN SUSUN KURIKULUM TAHUN AJARAN 2025–2026

Nambak, Ponorogo – Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran dan mewujudkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, MI Ma’arif Sabilul Muttaqin Nambak menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Kurikulum Tahun Ajaran 2025–2026 pada [tanggal kegiatan, misal: Rabu, 2 Juli 2025  bertempat di ruang guru madrasah.

Kegiatan ini diikuti oleh Tim Pengembang Kurikulum, yang terdiri atas kepala madrasah, para guru kelas, guru mata pelajaran, wali kelas, serta perwakilan komite madrasah. Agenda ini bertujuan untuk meninjau kembali visi, misi, dan arah pengembangan kurikulum agar sesuai dengan Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta dan Pendekatan Deep Learning, yang telah menjadi dasar pelaksanaan pendidikan di MI Ma’arif Sabilul Muttaqin.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum tahun ini diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik, meningkatkan literasi dan numerasi, serta mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam setiap mata pelajaran.

“Kurikulum bukan sekadar dokumen, tetapi panduan hidup dalam pembelajaran di madrasah. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak belajar dengan gembira, bermakna, dan berkarakter,” tutur beliau.

Adapun hasil dari kegiatan ini meliputi:

  1. Penyusunan dokumen kurikulum madrasah tahun ajaran 2025–2026,

  2. Pembaruan program tahunan dan semester,

  3. Penyelarasan pemetaan kompetensi dasar dengan capaian pembelajaran (CP),

  4. Penetapan program penguatan profil pelajar Pancasila dan pelajar Rahmatan lil ‘Alamin,

  5. Penyusunan rencana asesmen pembelajaran dan refleksi guru.

Kegiatan berjalan dengan penuh semangat dan kolaboratif. Seluruh guru memberikan masukan konstruktif agar kurikulum madrasah lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik dan selaras dengan kebijakan pendidikan nasional.

Dengan tersusunnya kurikulum baru ini, MI Ma’arif Sabilul Muttaqin berharap dapat terus menjadi madrasah unggul yang berlandaskan iman, takwa, dan ilmu pengetahuan, serta siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Berita Terkait